Dispora Kukar Cetak Atlet Berprestasi Melalui Program Talent Scouting

img

Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga Aji Muhammad Ari Junaidi

POSKOTAKALTIMNEWS.COM, KUTAI KARTANEGARA – Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kutai Kartanegara (Kukar) terus berupaya melakukan pengembangan atlet sejak dini. Salah satunya melalui Program Talent Scouting, upaya ini dilakukan untuk mencetak berprestasi.

Kadispora Kukar, Aji Ali Husni melalui Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga Aji Muhammad Ari Junaidi mengatakan Program Talent Scouting atau pemandu bakat merupakan tolak ukur untuk mencari bibit-bibit atlet yang sesuai dengan karakter tubuh dan fisik anak.

"Pemanduan bakat (Talent Scouting) dilakukan dengan melihat bakat olahraga anak." kata Ari Kamis (4/5/23).

Adapun program ini tujuannya untuk menyesuaikan minat dan bakat anak, karena ada bakat anak yang salama ini tidak tersalurkan tidak sesuai dengan kemampuannya.

Untuk keberlanjutannya, anak-anak yang telah mengikuti pelatihan nantinya akan direkomendasikan ke pelatih olahraga profesional. Dan akan direkomendasikan untuk masuk ke Pusat Pendidikan Dan Latihan Olahraga Pelajar Daerah (PPLPD).

Ari menjelaskan pada pelaksanaannya nanti akan dilakukan berbagai metode pelatihan olahraga. Dan ada beberapa tenaga ahli yang nantinya akan mengamati dan menilai bakat serta kemampuan anak-anak di tiap bidang cabang olahraga (cabor). Seperti Cabor Atletik, Panahan, Renang, Karate, Pencak Silat, Senam, Judo, Taekondow dan sebagainya.

"Tahun ini kami mengadakan talent scouting di 3 Kecamatan yakni Anggana, Sangasanga dan Muara Jawa  yang dilaksanakan pada awal tahun 2023 dan sudah terlaksana semua. Ada sebanyak 300 anak yang mengikuti kegiatan tersebut." sebutnya.

Target Dispora, disetiap kecamatan minimal ada satu anak yang bakatnya menonjol dan mempunyai fisik serta stamina yang bisa diarahkan ke cabang olahraga tertentu.

Ia mengatakan talent scouting dilaksanakan setiap tahun, dari 2018 dan di laksanakan di dua kecamatan setiap tahunnya bergantian. Talent scouting ini menyasar ke sekolah-sekolah, karena pendidikan usia dini ini mulai dari kelas 5 SD sampai kelas 3 SMP.

"Harapan kita dengan adanya program ini, kita menyesuaikan minat dan bakat anak. Artinya aksi perubahan kami tidak semata mata anak ini hanya berdasarkan kawan-kawannya saja, tapi dengan bakatnya kita pandu sehingga nanti bisa menciptakan atlet yang sesuai dengan bakatnya sehingga bisa berprestasi lebih." tutupnya.(adv/pk)